Kesadaran sebagian besar masyarakat akan pentingnya investasi, ternyata terus meningkat signifikan. Apalagi ditambah dengan mudahnya berinvestasi, semakin meningkatkan animo masyarakat untuk melakukan investasi.
Kalau dulu mungkin investasi harus dilakukan bertatap muka langsung. Namun, memasuki era digital, saat ini investasi bisa dilakukan secara online. Semakin mudah saja bukan??
Namun meski begitu, yang namanya investasi, harus mengetahui tips dan triknya, agar investasi menghasilkan cuan yang besar. Maka dari itu, penting bagi pemula khususnya untuk mengetahui tips investasi yang tepat.
Tips Investasi bagi Pemula
Ada beberapa jenis investasi yang menawarkan berbagai keuntungan. Sebut saja investasi properti, investasi saham, investasi obligasi atau investasi Reksa Dana. Memahami seluk beluk investasi, bisa membantu kamu mengenali karakteristik setiap instrumen investasi.
Untuk mendapatkan investasi yang lebih aman dan menguntungkan, kamu perlu mengetahui panduan investasi untuk pemula yang akan dibahas di artikel ini.
1. Menentukan tujuan investasi
Tips investasi yang pertama adalah kamu harus menentukan apa tujuan investasi secara spesifik. Hal ini merupakan langkah awal yang sebaiknya kamu terapkan sebelum memulai investasi.
Beberapa tujuan berinvestasi, biasanya meliputi menabung untuk pensiun, pendidikan anak, membeli rumah atau bahkan untuk liburan ke destinasi impian.
Dengan menentukan tujuan investasi, kamu bisa memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan, serta menyusun rencana jangka waktu yang realistis.
Misalnya saja, jika kamu berencana menabung untuk pendidikan anak yang akan dimulai dalam waktu 10 tahun, maka sebaiknya kamu memilih investasi dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.
2. Memahami konsep dan risiko investasi
Setelah menetapkan tujuan investasi, langkah berikutnya adalah memahami konsep dasar investasi, seperti pengembalian dan risiko.
Pengembalian (return) merupakan keuntungan yang ingin dicapai dari investasi dan bisa berupa bunga, dividen atau capital gain (keuntungan yang didapatkan dari penjualan saham dengan harga lebih tinggi daripada harga belinya).
Nah jika risiko merujuk pada kemungkinan kehilangan sebagian atau seluruh modal yang diinvestasikan.
Masing-masing instrumen investasi memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Misalnya saja saham, cenderung lebih berisiko jika dibanding dengan deposito.
Dengan kamu memahami berbagai risiko dari beberapa instrumen investasi akan membantumu lebih mudah dalam membuat keputusan yang lebih bijak dan tepat.
3. Memilih instrumen investasi yang sesuai
Tips investasi untuk pemula yang selanjutnya adalah memilih instrumen investasi yang tepat, mulai dari deposito, saham, obligasi, reksa dana atau produk investasi lainnya.
Masing-masing instrumen investasi biasanya memiliki karakteristik dan potensi pengembalian yang berbeda. Misalnya, saham menawarkan potensi pengembalian lebih tinggi, tetapi juga dengan tingkat risiko yang lebih besar.
Sebaliknya, deposito cenderung lebih aman bagi pemula yang akan mendapatkan pengembalian yang lebih stabil dan juga risiko yang lebih rendah.
4. Hindari FOMO (Fear of Missing Out)
FOMO (dalam dunia investasi) adalah rasa khawatir kehilangan peluang investasi yang tampaknya menguntungkan. Kondisi ini membuat investor terpaksa membeli aset dengan harga yang terlalu tinggi hanya karena tren pasar semata.
Keputusan impulsif akibat FOMO ini sebaiknya dihindari. Terutama bagi investor pemula, jangan sampai terjebak pada situasi ini.
Alih-alih tergiur dengan tren pasar, investor disarankan agar tetap tenang dan konsisten mengikuti rencana investasi yang sudah dibuat.
Jadi, sebaiknya kamu fokus pada strategi investasi jangka panjang yang telah ditetapkan dan jangan tergiur oleh fluktuasi pasar jangka pendek.
5. Lakukan diversifikasi
Tips investasi pemula yang selanjutnya adalah lakukan diversifikasi atau strategi investasi yang bermanfaat untuk mengelola risiko.
Strategi dengan cara menyebar dana ke berbagai instrumen dan sektor, sehingga investor bisa mengurangi dampak negatif jika salah satu instrumen tidak berkinerja dengan baik.
Strategi diversifikasi juga bisa membantu melindungi portofolio investasi. Perlu kamu ketahui, diversifikasi investasi tidak hanya terbatas pada berbagai jenis aset saja, tetapi juga bisa mencakup investasi di berbagai sektor industri.
Semoga bermanfaat.


